jump to navigation

Perbankan Konvensional Juli 5, 2008

Posted by sudiyanto in Islamic, Laen-laen, Wisdom.
add a comment

Suatu hari ketika browsing aq membuka eramuslim TENTANG tanya jawab ekonomi dalam Islam, aku menemukan suatu kasus yang mirip dengan saya:

Bapak Ustadz yth.
Bagaimana hukumnya sebagai pegawai perbankan konvensional yang telah saya geluti selama +/- 10 tahun dan saya sangat tergantung dengan penghasilan di sini untuk nafkah keluarga. Saya bekerja pada bidang transfer dan pembayaran (payment point), tidak berhubungan dengan dana dan kredit (riba). Mohon petunjuk lebih lanjut

Wassalam,

Jamal Yonada
jamalyonada

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Masalah riba pada bank konvensional sesungguhnya tidak hanya berkaitan dengan pegawai bank atau penulisnya, tetapi hal ini sudah menyusup ke dalam sistem ekonomi kita dan semua kegiatan yang berhubungan dengan keuangan, sehingga merupakan bencana umum sebagaimana yang diperingatkan Rasulullah saw.:

Sungguh akan datang pada manusia suatu masa yang pada waktu itu tidak tersisa seorangpun melainkan akan makan riba; barangsiapa yang tidak memakannya maka ia akan terkena debunya.`(HR Abu Daud dan Ibnu Majah)

Kondisi seperti ini tidak dapat diubah dan diperbaiki hanya dengan melarang seseorang bekerja di bank atau perusahaan yang mempraktekkan riba. Tetapi kerusakan sistem ekonomi yang disebabkan ulah golongan kapitalis ini hanya dapat diubah oleh sikap seluruh bangsa dan masyarakat Islam. Perubahan itu tentu saja harus diusahakan secara bertahap dan perlahan-lahan sehingga tidak menimbulkan guncangan perekonomian yang dapat menimbulkan bencana pada negara dan bangsa.

Islam sendiri tidak melarang umatnya untuk melakukan perubahan secara bertahap dalam memecahkan setiap permasalahan yang pelik. Cara ini pernah ditempuh Islam ketika mulai mengharamkan riba, khamar, dan lainnya. Dalam hal ini yang terpenting adalah tekad dan kemauan bersama, apabila tekad itu telah bulat maka jalan pun akan terbuka lebar. Setiap muslim yang mempunyai kepedulian akan hal ini hendaklah bekerja dengan hatinya, lisannya, dan segenap kemampuannya melalui berbagaisarana yang tepat untuk mengembangkan sistem perekonomian kita sendiri, sehingga sesuai dengan ajaran Islam.

Sebagai contoh perbandingan, di dunia ini terdapat beberapa negara yang tidak memberlakukan sistem riba, yaitu mereka yang berpaham sosialis. Di sisi lain, apabila kita melarang semua muslim bekerja di bank, maka dunia perbankan dan sejenisnya akan dikuasai oleh orang-orang non muslim seperti Yahudi dan sebagainya. Pada akhirnya, negara-negara Islam akan dikuasai mereka.

Terlepas dari semua itu, perlu juga diingat bahwa tidak semua pekerjaan yang berhubungan dengan dunia perbankan tergolong riba. Ada di antaranya yang halal dan baik, seperti kegiatan perpialangan, penitipan dan sebagainya. Bahkan boleh dibilang sebenarnya tidak terlalu banyaktransaksiyang termasuk haram.

Oleh karena itu, tidak mengapalah seorang muslim menerima pekerjaan tersebut –meskipun hatinya tidak rela– dengan harapan tata perekonomian akan mengalami perubahan menuju kondisi yang diridhai agama dan hatinya. Hanya saja, dalam hal ini hendaklah ia rnelaksanakan tugasnya dengan baik, hendaklah menunaikan kewajiban terhadap dirinya dan kepada Allah beserta umatnya sambil menantikan pahala atas kebaikan niatnya.

Sesungguhnya setiap orang memperoleh apa yang ia niatkan. (HR Bukhari)

Selain itu para fuqaha sering mengenalkan kita istilah darurat. Kondisi inilah yang mengharuskan Anda menerima pekerjaan tersebut sebagai sarana mencari penghidupan dan rezeki, sebagaimana firman Allah SWT:

Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.`(QS Al-Baqarah: 173)

Dalil ini memberikan syarat darurat untuk membolehkan seseorang memakan harta yang haram. Dan hal darurat itu harus disesuaikan dengan kadarnya.

Bila Anda punya kesempatan besar untuk mendapatkan job lain yang lebih bersih dan halal, tentu sebaiknya anda segera pindah. Namun bila anda tidak terlalu mudah untuk mendapatkan job lain, janganlah berhenti dulu. Sebab anak istri anda di rumah wajib diberikan nafkah oleh kepala keluarga. Kalau anda berhenti kerja begitu saja, sambil mengabaikan nafkah anak istri, tentu anda jauh lebih berdosa. Jadi sementara ini tetaplah dulu bekerja di sana, sambil mencari dan menunggu kesempatan untuk berhenti.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc.

sumber : http://www.eramuslim.com/

Bekal Untuk di Akhirat Kelak April 5, 2008

Posted by sudiyanto in Islamic, Laen-laen, Wisdom.
Tags:
add a comment

bumiii

Kita hidup di dunia mungkin hanya sekejap mata saja, kata orang-orang hanya mampir minum saja kita hidup di dunia ini. Karena singkatnya hidup kita tersebut harus membuat kita sadar akan arti dari kehidupan kita. Kita harus segera minum dan mencari bekal yang banyak untuk melanjutkan perjalanan hidup kita. Tentu saja bekal kita tidak seperti bekal yang kita bawa bila kita bepergian atau tamasya. Kita semua mungkin sudah mengetahui bekal seperti apa yang mesti kita siapkan, yaitu amal ibadah. Disini saya hanya mampu memberikan informasi saja kepada para pembaca tentang bekal yang dapat kita persiapkan, yaitu mengenai amal ibadah yang dapat kita lakukan dan hasilnya akan kita peroleh terus dan mungkin dapat berlipat ganda.

Amal ibadah yang saya maksud tersebut adalah sedekah jariyah kita untuk pembangunan masjid atau baitullah. Pahala yang kita peroleh dari sedekah kita dalam membangun masjid InsyaAllah tidak akan putus selama masjid itu masih digunakan untuk Sholat. berdasarkan hadits berikut ini, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali 3 perkara; sedekah jariyah atau ilmu yang bermanfaat atau anak yang shalih yang mendo’akannya”. (HR.Muslim 3084).

Disini saya menginformasikan mengenai pembangunan Masjid Nurul Huda di Universitas Sebelas Maret Solo, dalam pembangunan ini mengharapkan partisipasi dari rekan-rekan, saodara-saudari semua untuk menyisihkan sebagian dari rizkinya. Rizki yang kita sedekahkan insyaAllah dapat menjadi amal jariyah kita kelak di akhirat. bagi anda yang berniat untuk menyisihkan sebagian rizkinya silahkan kirim ke Rekening Donasi :

  • Bank BNI kantor Cabang Sebelas Maret

No. 0120 315 913 a.n. Bpk. Sajidan, Dr. M.Si.

  • Bank Muamalat Solo

No. 5210 231 222 a.n. Sajidan, Dr. M.Si.

Renovasi dan pembangunan mesjid Nurul Huda UNS akan dilakukan secara bertahap untuk jangka waktu beberapa tahun kedepan ini diperkirakan akan menghabiskan dana sekitar 14 milyar. Desain mesjid yang dibuat oleh tim arsitek dari Fakultas teknik UNS ini nantinya akan membuat bangunan mesjid Nurul Huda yang lebih besar dan megah dari bentuknya saat ini.

Saya selaku salah satu alumni dari UNS solo mungkin baru bisa berpartisipasi dalam menyebarluaskan informasi ini saya, dan mungkin pembaca sekalian dapat tergerak hatinya untuk bersedia menysihkan sedikit rizkinya. Info lebih lanjut klik di Nurul Huda UNS.

trimakasih…………..

Mengenal Kekuatan & Kelemahan Diri Maret 30, 2008

Posted by sudiyanto in Karier, Laen-laen, Wisdom.
3 comments

“A chain is only as strong as its weakest link”
- Proverb

“Knowing others is intelligence; knowing yourself is true wisdom;
 mastering others is strength; mastering yourself is true power.”
- Lao Tzu

Ketika sedang meluangkan waktu dengan adik saya di hari Minggu, Ia menanyakan kepada saya,

Mbak, bagaimana sih mencari tahu kekuatan dan kelemahan diri sendiri?
Banyak caranya, memang kenapa?
Gak, aku merasa aku butuh tahu aja… 

Dan Ia memang benar, menurut saya, kita cenderung mudah menilai orang lain, tetapi bingung ketika ditanyakan apa kekuatan dan kelemahan diri kita sendiri. Padahal, bila kita belum memahami kelemahan kita, bagaimana kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik? Dan, cara paling mudah menurut saya mengetahui kekuatan dan kelemahan diri kita adalah dengan mengenal kepribadian kita sendiri. Banyak cara mengetahui dan mengenal siapa diri Anda, dan salah satunya melalui tes kepribadian Personality Plus yang dikenalkan oleh Florence Littauer.

Berdasarkan Personality Plus, setiap orang yang dilahirkan di dunia ini terbagi menjadi empat kategori, yaitu: Sanguin, Koleris, Melankolis dan Phlegmatis, yang akan saya jelaskan ciri-cirnya setelah ini. Ini adalah keunikan dan watak dasar dari setiap orang yang Anda kenal. Ini adalah kepribadian sebagaimana ia dilahirkan dan diturunkan dari orang tuanya. Seperti beberapa orang dilahirkan dengan mata biru, beberapa orang pun dilahirkan sanguin. Beberapa orang dilahirkan dengan rambut hitam, maka beberapa orang kepribadiannya melankolis. Tidak ada satu kepribadian yang lebih baik dari yang lain dan sebaiknya tidak digunakan untuk menstereotype orang lain, melainkan untuk memahami mereka lebih baik.  

1. Sanguin – Populer

Kepribadian Sanguin salah satu ciri-cirinya adalah orang-orang yang periang, banyak berbicara, suka menjadi pusat perhatian, temannya banyak, cenderung populer, modis, berpenampilan menarik, positif dan banyak tertawa. Tipe orang-orang yang banyak dirindukan kehadirannya oleh orang lain.  Jika berbicara pasti penuh alunan, intonasi dan gestur, seperti Indra Bekti dan Indi Barend. Kelemahannya, ia suka pelupa, cepat bosan, semangat di depan tetapi kehilangan motivasi di akhir jalan, suka memotong pembicaraan orang lain, berantakan dan tidak konsisten. 

Bakatnya menjadi pembicara, Public Relations, dan marketing.

2. Koleris – Kuat 

Tipe orang-orang Koleris adalah orang-orang yang biasanya tahu apa yang ia inginkan, terus berusaha untuk mendapatkannya dengan caranya sendiri. Ia sangat bakat menjadi pemimpin dan berkeinginan kuat. Tidak kenal takut dan selalu mencoba cara-cara baru. Tidak mudah digugah. Sehingga kelemahannnya pun berkisar di sekitar itu juga, seperti keras kepala, mudah marah, cenderung bossy, bisa manipulatif dan tidak punya perasaan. Dari cara berbicaranya pun tegas dan tidak suka bertele-tele.

Jadi ketika Anda berkomunikasi atau berhubungan dengan tipe Koleris, Anda tidak boleh ragu, lambat, bertele-tele dan terlalu emosional. 

3. Melankolis – Perfeksionis

Orang-orang melankolis cenderung perfeksionis. Semuanya selalu rapi, ada pada tempatnya dan mempunyai prosedur. Ia menyukai hal-hal yang detil. Selalu memikirkan segala hal dan menganalisanya. Walaupun kreatifitasnya pun sangat tinggi. Tipe orang-orang yang sensitif dan romantis masuk dalam kategori ini. Kelemahannya, ia cenderung negatif, pendendam, skeptik, tidak mudah mempercayai orang lain, moody, depresif dan menyendiri. 

Jadi, bila menghadapi orang-orang melankolis, jadilah lebih sensitif dan berikan data-data pendukung karena Ia akan terus butuh dibuktikan. Mereka bakat menjadi seniman, peneliti dan ilmuwan.

4. Phlegmatis – Damai 

Orang-orang Phlegmatis itu pencinta damai, tidak menyukai perselisihan, sangat sabar, berbakat menjadi mediator. Ia sangat menyenangkan, konsisten dan pendengar yang baik. Banyak orang suka curhat lepada tipe Phlegmatis. Kelemahannya cenderung penakut, lamban, selalu kuatir, dan tidak dapat mengambil keputusan.

Bersabarlah menghadapi orang-orang phlegmatis, terutama dari nada suara Anda, karena Anda akan mengintimidasi dan lebih menjauhkan mereka. 

Saya tidak akan menjelaskan secara detil apa perbedaan masing-masing kepribadian ini, karena Anda bisa langsung mendapatkan langsung dari bukunya, tetapi lebih bagaimana Anda bisa meningkatkan kualitas hidup Anda dengan mengetahui kepribadian diri Anda dan orang-orang di sekitar Anda.

Dengan mengetahui kepribadian Anda secara detil, Anda bisa memahami apa kekuatan dan kelemahan diri Anda sehingga Anda tahu apa yang biasanya menghambat Anda sehari-hari dan bagaimana Anda bisa memfokuskan diri Anda ke salah satu kekuatan Anda sehingga itu menjadi ciri-ciri Anda dan membantu Anda menjadi lebih efektif dan produktif. 

Dengan memahami kepribadian orang lain, termasuk rekan kerja, atasan maupun pasangan Anda, Anda bisa lebih mengerti mengapa selama ini Anda selalu mengalami kesulitan menghadapi mereka dan bagaimana Anda bisa mengatasi orang-orang tersebut dengan lebih efektif.  Tetapi ingat, pahamilah orang lain terlebih dahulu sebelum Anda ingin dipahami. Jadi jangan harapkan orang lain untuk berubah sebelum Anda dapat merubah bagaimana Anda memperlakukan orang lain atau menangani situasi di sekitar Anda.

Untuk mengetahui kepribadian Anda dan kemudian kekuatan dan kelemahan Anda, Anda dapat mendownload file excel ini untuk Tes Kepribadian dan mengisinya sesuai panduan.  

Setelah Anda mengisinya, hal-hal yang perlu Anda perhatikan adalah:

1.       Kepribadian Anda

2.       Kekuatan Anda
Pilih satu yang Anda bisa fokuskan setiap harinya untuk memperkuat diri Anda.

3.       Kelemahan Anda
Kenali dan ketahui benar-benar agar Anda secara sadar dapat mengetahui diri Anda ketika Anda sedang dikuasai oleh hal-hal negatif ini.

Jangan lupa baca Personality Plus by Florence Littauer untuk lebih jelasnya. Anda juga bisa menemukan Personality Plus for Parents and Couples )

Posted by: aristiwidya

Sukses Karena Mau Menerima Tantangan Maret 30, 2008

Posted by sudiyanto in Wisdom.
add a comment

Saya berpikir tentang apa saja yang membuat kita menjadi maju dalam kehidupan ini. Salah satu kunci adalah mau melalukan sesuatu yang sebelumnya anda tidak bisa. Yang membuat kita menjadi orang yang asalnya hanya bisa ABCD saja menjadi orang yang bisa ABCDEFG. Kemajuan itu ditimbulkan karena kita menerima tantangan pada diri kita dan kita menyelesaikan tantangan itu dengan baik.

Dahulu saya sering mangajar tapi jarang berseminar publik. Maka suatu hari saya diajak oleh teman-teman dari PAS FM, ”Pak San, ayo kita bikin seminar publik keliling 4 kota.” Maka ini adalah sebuah tantangan, karena sebelum ini saya tidak pernah seminar publik dengan menjual tiket, apalagi keliling 4 kota dengan membawakan sebuah seminar.

Maka terpaksa selama 1,5 bulan saya mempersiapkan betul-betul materinya. Saya coba, saya latih, dan latih lagi, sehingga akhirnya saya berani dan bisa melakukan seminar 4 kota. Setelah itu apa ? Saya sudah bisa membewakan sebuah seminar.

Saya pernah ditantang, ”Pak San, bagaimana kalau memberikan seminar tentang ’Blue Ocean Strategy’ ? Blue Ocean Strategy adalah judul sebuah buku yang menarik yang lagi ramai diperbincangkan. Saya memang pernah membacanya. Tapi memberikan seminar dan membaca saja itu lain. Kalau memberikan seminar, anda harus betul-betul memahami inside-out, bisa ngomong, bisa cerita dan tahu dari berbagai sudut pandang, bahkan bisa memberikan contoh2 lokal yang berhasil.

Orang bilang kalau anda bisa cerita, punya pengetahuan 100% maka anda cuma bisa sharing 30% sampai 40% saja. Anda tidak bisa men-sharingkan semua. Pengetahuan anda harus lebih besar daripada yang anda bicarakan. Saya bilang OK. Saya setuju. Selama 1 bulan saya cari materi berkaitan dengan ’Blue Ocean Strategy’. Saya download materinya dari internet, saya baca ulang materi kuliah saya dulu, saya beli pdf nya di amazon, saya download ppt orang lain tentang hal itu, dan seterusnya. Saya pelajari lebih dalam sehingga akhirnya siap memberikan seminar ’Blue Ocean Strategy’.

Suatu waktu saya pernah diminta untuk memfasilitasi pembuatan ‘Misi Visi dan Value’ sebuah perusahaan. Saya tahu ‘Misi Visi dan Value’, karena waktu kuliah MBA dulu diajarkan juga. Namun saya tidak pernah mengerjakan hal ini. Dan saya tanya kapan waktunya? ”Pak, masih 3 minggu lagi”. OK saya terima. Tiga minggu berikutnya, saya siap menjadi fasilitator dalam pembuatan ‘Misi Visi dan Value’ perusahaan.

Kita selalu diberikan tantangan untuk maju. Sesuatu hal untuk melakukan sesuatu yang belum pernah kita lakukan sebelumnya. Kalau ini anda alami, cobalah, terimalah tantangan itu dan lakukan. Paling tidak sebulan sekali, dua bulan sekali atau setahun sekali anda diharapkan bisa menghadapi ’major request’ untuk sesuatu yang baru, yang belum pernah anda lakukan. Dan harus dapat anda lakukan dengan baik! Karena dengan itu maka anda memperluas ’comfort zone’ anda. Sehingga anda menjadi lebih maju dalam skill dan knowledge anda. Menjadi orang yang lebih hebat, menjadi orang yang lebih berhasil.

Terimakasih dan salam sukses untuk anda.

sumber : Tanadi santoso

Hal-Hal Kecil Penunjang Sukses Februari 25, 2008

Posted by sudiyanto in Karier, Wisdom.
add a comment

Baru-baru ini saya berseminar di sebuah bank terkenal. Di seminar itu saya bercerita tentang pengalaman saya yang sering berkirim sms pada lebaran, tahun baru dan waktu2 lainnya. Ini semua untuk menjaga network saya.

Setelah seminar teman saya bilang, “Pak Tanadi, sebenarnya saya mengundang Bapak ini juga karena sms Bapak. Lama saya tidak kontak2 dengan Bapak. Saya ingin sekali membuat acara bersama bapak, tetapi saya tidak punya lagi nomor kontak Bapak, karena HP saya pernah hilang. Eh pas lebaran lalu ada sms Bapak. Saya jadi tahu kontak Bapak. Dan akhirnya saya bisa mewujudkan acara ini.”
Saya sering mengajarkan teman2 untuk menjaga network. Salah satu caranya adalah berkirim sms itu. Dulu saya melakukan ini dengan email. Setiap 2-3 bulan atau setahun 4 kali kira-kira, saya membuat email cerita tentang kehidupan saya yang menarik, tentang keadaan dan pandangan saya terhadap dunia bisnis terkini, tentang hal-hal bermanfaat lainnya. Emailnya cukup panjang. Dan saya kirim ke semua teman yang ada di address book saya.

Kebiasaan beremail ini tergantikan dengan sms sekarang. Saya mengirim sms ke teman-teman di hari-hari besar; lebaran, tahun baru, natal. Juga pada hari hari biasa lainnya, yang penting ada sesuatu yang menarik orang untuk membaca. Cobalah membuat sms tentang cerita singkat anda, tentang hal yang menarik, lucu dan lainnya. Apa saja. Dan kirikan ke teman-teman sebanyak mungkin.

Apa yang akan terjadi ? Teman anda akan selalu teringat anda. Selalu ter-’inform’ tentang kehidupan anda yang terakhir. Sehingga kalau teman anda mencari bisnis baru, mencari seorang partner, mencari teman karena adanya ’opportunity’ besar, karena dia tahu sms anda, dia ingat anda, dia akan mengkontak anda. Jadinya anda sebenarnya telah meningkatkan keberuntungan anda sendiri.

Hal-hal kecil seperti ini kadang akan menopang dan menunjang kesuksesan anda. Ini semua hanya karena anda melakukan hal-hal kecil positip secara rutin dan berkelanjutan. Sesuatu yang sebenarnya mudah dan murah. Keberuntungan itu adalah kesempatan yang bertemu dengan persiapan. Network akan membantu membuka kesempatan sukses anda. Selamat berbisnis dan sukses untuk anda.

Sumber : Tanadi Santoso 

Sukses Karena Mau Menerima Tantangan Februari 25, 2008

Posted by sudiyanto in Karier, Laen-laen, Wisdom.
add a comment

Saya berpikir tentang apa saja yang membuat kita menjadi maju dalam kehidupan ini. Salah satu kunci adalah mau melalukan sesuatu yang sebelumnya anda tidak bisa. Yang membuat kita menjadi orang yang asalnya hanya bisa ABCD saja menjadi orang yang bisa ABCDEFG. Kemajuan itu ditimbulkan karena kita menerima tantangan pada diri kita dan kita menyelesaikan tantangan itu dengan baik.

Dahulu saya sering mangajar tapi jarang berseminar publik. Maka suatu hari saya diajak oleh teman-teman dari PAS FM, ”Pak San, ayo kita bikin seminar publik keliling 4 kota.” Maka ini adalah sebuah tantangan, karena sebelum ini saya tidak pernah seminar publik dengan menjual tiket, apalagi keliling 4 kota dengan membawakan sebuah seminar.

Maka terpaksa selama 1,5 bulan saya mempersiapkan betul-betul materinya. Saya coba, saya latih, dan latih lagi, sehingga akhirnya saya berani dan bisa melakukan seminar 4 kota. Setelah itu apa ? Saya sudah bisa membewakan sebuah seminar.

Saya pernah ditantang, ”Pak San, bagaimana kalau memberikan seminar tentang ’Blue Ocean Strategy’ ? Blue Ocean Strategy adalah judul sebuah buku yang menarik yang lagi ramai diperbincangkan. Saya memang pernah membacanya. Tapi memberikan seminar dan membaca saja itu lain. Kalau memberikan seminar, anda harus betul-betul memahami inside-out, bisa ngomong, bisa cerita dan tahu dari berbagai sudut pandang, bahkan bisa memberikan contoh2 lokal yang berhasil.

Orang bilang kalau anda bisa cerita, punya pengetahuan 100% maka anda cuma bisa sharing 30% sampai 40% saja. Anda tidak bisa men-sharingkan semua. Pengetahuan anda harus lebih besar daripada yang anda bicarakan. Saya bilang OK. Saya setuju. Selama 1 bulan saya cari materi berkaitan dengan ’Blue Ocean Strategy’. Saya download materinya dari internet, saya baca ulang materi kuliah saya dulu, saya beli pdf nya di amazon, saya download ppt orang lain tentang hal itu, dan seterusnya. Saya pelajari lebih dalam sehingga akhirnya siap memberikan seminar ’Blue Ocean Strategy’.

Suatu waktu saya pernah diminta untuk memfasilitasi pembuatan ‘Misi Visi dan Value’ sebuah perusahaan. Saya tahu ‘Misi Visi dan Value’, karena waktu kuliah MBA dulu diajarkan juga. Namun saya tidak pernah mengerjakan hal ini. Dan saya tanya kapan waktunya? ”Pak, masih 3 minggu lagi”. OK saya terima. Tiga minggu berikutnya, saya siap menjadi fasilitator dalam pembuatan ‘Misi Visi dan Value’ perusahaan.

Kita selalu diberikan tantangan untuk maju. Sesuatu hal untuk melakukan sesuatu yang belum pernah kita lakukan sebelumnya. Kalau ini anda alami, cobalah, terimalah tantangan itu dan lakukan. Paling tidak sebulan sekali, dua bulan sekali atau setahun sekali anda diharapkan bisa menghadapi ’major request’ untuk sesuatu yang baru, yang belum pernah anda lakukan. Dan harus dapat anda lakukan dengan baik! Karena dengan itu maka anda memperluas ’comfort zone’ anda. Sehingga anda menjadi lebih maju dalam skill dan knowledge anda. Menjadi orang yang lebih hebat, menjadi orang yang lebih berhasil.

Terimakasih dan salam sukses untuk anda.

sumber : Tanadi Santoso