jump to navigation

5 Langkah Sukses Wawancara di Telepon Februari 5, 2008

Posted by sudiyanto in Karier.
trackback

Sebuah deringan telepon memecah kesunyian. Anda mendapatkan panggilan kerja, dan saat itu juga Anda langsung diwawancarai oleh personil HRD dari perusahaan yang telah Anda lamar. Bagaimana menghadapi wawancara “dadakan” itu? Langkah-langkah apa saja yang harus Anda lakukan agar mendapatkan kesan yang baik? Berikut ini 5 tips menarik dari Joe Turner, konsultan sumber daya manusia, seperti dikutip Yahoo! Hot Jobs, yang dapat Anda praktekan.

1. Ciptakan Personal Branding
Anda tak sendirian mendapatkan kesempatan wawancara tersebut. Itulah yang harus Anda sadari. Jadi, yang harus Anda lakukan adalah membuat sebuah diferensiasi. Jika Anda tak mampu membedakan diri Anda dengan kandidat lainnya, maka Anda akan “dilewati” oleh pesaing Anda. Cara terbaik adalah: ciptakan pernyataan yang menjadi Personal Branding Anda, atau Unique Selling Proposition (USP). USP harus mengungkapkan siapa Anda, kekuatan yang Anda miliki, dan keuntungan yang dapat Anda berikan kepada perusahaan.

Sebuah USP harus jelas, tidak bertele-tele, dan mudah dipahami oleh orang yang mewawancarai Anda. Misalnya, “Saya seorang Brand Manager dari perusahaan telekomunikasi XYZ. Saya berhasil mencapai target penjualan tertinggi untuk produk CDMA dalam 3 tahun terakhir”. Anda juga dapat membuat USP yang sesuai dengan bidang pekerjaan Anda. Pernyataan yang unik seperti ini akan membuat Anda mudah diingat, karena menguntungkan bagi perusahaan.

2. Tunjukan Antusiasme Anda
Ketika mendapatkan kesempatan wawancara di telepon, ekspresikan ketertarikan Anda terhadap posisi yang dilamar, serta perusahaan yang telah memanggil Anda. Pasalnya, banyak kandidat lainnya yang juga telah dihubungi. Maka, manfaatkanlah sebaik mungkin kesempatan emas tersebut. Tunjukanlah bahwa Anda adalah orang yang tepat untuk mengisi posisi tersebut.

3. Dengarkan, dan Jawab Secara Jelas
Banyak kandidat yang gagal dalam proses wawancara awal melalui telepon. Sebagian di antara mereka, tidak menjawab pertanyaan seperti yang diajukan. Apabila kesempatan itu datang, berhati-hatilah ketika menjawab pertanyaan yang diberikan. Masalahnya, Anda tak bisa menggunakan bahasa tubuh untuk memperjelas maksud dari ucapan Anda. Untuk itu, maka berbicaralah secara jelas, tidak terburu-buru, jangan ngelantur kemana-mana, dan dengarkan setiap pertanyaan yang diajukan dengan baik.

4. Berikan Tanggapan Positif
Mencari tahu sebanyak mungkin tentang perusahaan, atau posisi yang telah Anda lamar adalah pilihan yang bijaksana. Hal ini akan sangat membantu, ketika Anda menjawab pertanyaan: Mengapa Anda tertarik untuk bergabung dengan perusahaan kami? Jangan ragu-ragu untuk sedikit memuji perusahaan yang sedang mewawancarai Anda. Produk-produknya, misalnya, atau strategi komunikasi pemasaran produk terbarunya. Pokoknya, katakanlah sesuatu yang baik tentang mereka.

5. Mengakhiri Wawancara
Di akhir wawancara, tanyakan secara halus, apakah Anda akan diberikan kesempatan wawancara secara langsung? Namun, jika Anda tak merasa nyaman dengan pertanyaan tersebut, cobalah untuk menanyakan pertanyaan yang lebih sederhana: Apa proses seleksi selanjutnya? Hal ini untuk menghilangkan keragu-raguan, dan Anda dapat mempersiapkan diri untuk mengikuti proses seleksi berikutnya. (ymn/karir.com)

Komentar»

1. heni - April 5, 2008

terima kasih atas langkah suksesnya semoga dapat berguna buat saya, bila ada saran yang lebih membantu tolong diberitahukan lewat email

2. Dhe - September 30, 2009

MKsh Bnyak atas Ilmu yang telah anda Berikan….
semoga sukses sLalu…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: