jump to navigation

Melihat Penderitaan Sebagai Latihan Bersyukur Februari 25, 2008

Posted by sudiyanto in Islamic, Karier, Laen-laen, Pendidikan.
trackback

Kali ini saya ingin berbagi sebuah cara latihan yang saya harap anda coba sekali-kali. Ini berdasar pengalaman saya beberapa saat lalu ketika menjenguk seorang teman yang baru mengalami kecelakaan. Kakinya patah dan harus diterapi di ruang fisioterapi di sebuah RS.

Saya ingin ceritakan kejadian-kejadian yang mengerikan dan menyedihkan di ruang itu. Di sana saya lihat orang yang sudah tua, sekitar 70-80 tahun, kepalanya gundul, dan sedang menjerit-jerit kesakitan. Tangannya menggapai-gapai ke belakang, sambil berteriak-teriak, “Aargh….”. Saya tanyakan ke perawat, ternyata dia barusan operasi otak. Kasihan.

Di dekat pintu ada seorang anak kecil yang sepertinya terbelakang. Jalannya tertatih-tatih sambil mulutnya terbuka mengeluarkan air liur. Dia berjalan dibantu tongkat, dan seorang perawat.

Di ujung kamar terdapat seorang ibu tua yang gemuk. Dia duduk sendirian menatap langit-langit dengan kosong. Tangannya tergolek lemas di sisi, tak berdaya untuk menggerakkannya.

Ada juga saya lihat anak muda seperti teman saya yang kakinya patah karena tabrakan. Karena ngebut dia tergolek dengan penuh luka.

Banyak penderitaan menyedihkan di ruang itu. Cobalah sekali-kali anda datang ke tempat fisioterapi dirumah sakit besar. Duduk mengamati kira-kira setengah jam saja. Kalau misalkan ditanya bilang saja, menunggu teman yang akan datang di sini.

Perhatikan dan amati. Mungkin saja akan melihat seorang yang harus berusaha keras susah payah hanya sekedar untuk turun dari tempat tidur. Atau seorang pria dewasa yang harus berjalan dengan kursi roda. Padahal kelihatan gagah dan sehat tanpa luka berarti.

Lakukanlah sesuatu yang berbeda dengan biasanya. Sesuatu yang baru. Jangan sekedar melakukan rutinitas kerja senin – jumat seperti biasa. Datanglah ke tempat yatim piatu, ke kuburan, ke unit gawat darurat rumah sakit. Atau tempat pengungsian, tempat-tempat yang kotor seperti tempat pembuahan sampah, dimana terlihat orang mengais-ngais sampah untuk sumber penghidupannya.

Bila anda melihat kesedihan, kita akan rasakan betapa bahagianya kita dalam hidup ini. Betapa kita harus bersyukur terhadap apa yang telah dikaruniakan kepada kita. Anda akan merasa tidak pantas untuk tidak berbahagia, stress, mengeluh kebanyakan pekerjaan atau penghasilan yang tidak cukup.

Semoga hal-hal kecil hasil pengalaman ini mencerahi anda sehingga anda dapat lebih mensyukuri kehidupan yang sudah berlimpah ini.

sumber : Tanadi Santoso 

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: