jump to navigation

mengecek versi software ponsel kita Juli 4, 2008

Posted by sudiyanto in Tutorial.
trackback

1. Saya ingin tanya tentang beda baterai original dan non original. Baterai non original sudah mendapat “stigma” di konsumen sebagai produk dengan kualitas lebih rendah, dibanding spesifikasi yang sama dengan baterai original. Bagaimana cara untuk mengetahui performa baterai, terutama yang non original tapi memiliki kualitas baik? Apa ada petunjuk yang bisa diberikan, mengingat saat ini dipasar cukup banyak merek2 baterai non original yang ditawarkan dengan harga murah. Memang perang antara batere original dan non original sampai kini terus berlangsung sengit. Tidak bisa dipungkiri kualitas batere non original jauh di bawah batere original. Tetapi bila dihadapkan pada dua pilihan ini konsumen akan bimbang,mengingat selisih harga yang cukup lumayan. Ditambah lagi dengan munculnya batere yang non original namun berkualitas cukup baik. Konsumen semakin pusing dibuatnya. Melihat berbagai kualitas, harga, dan merek yang ditawarkan bagaimana seharusnya kita bertindak? Sebenarnya baik tidaknya suatu batere bisa dilihat dari kapasitas batere itu sendiri, Kapasitas batere bisa diukur dengan alat maH Meter, atau bisa juga dengan menggunakan battery tester. Alat ini akan mengukur kapasitas batere yang satuannya adalah milli Ampere Hour atau disingkat dengan maH. Semakin besar kapasitas batere, durasi pemakaian batere pun akan semakin panjang. Contoh batere yang memiliki kapasitas 1000maH, dipakai untuk beban sebesar 20 mA, lama batere itu bisa dipakai adalah 1000maH/20mA = 50 Jam. Jadi salah satu pertimbangan dalam memilih sebuah batere adalah kapasitas dari batere itu sendiri. Kapasitas batere biasanya bisa dilihat di label setiap batere. Problemnya adalah apakah label tersebut bisa dipercaya?? Atau haruskah kita membawa battery tester ketika hendak membeli sebuah batere? 2. Saya punya problem yang unik dengan nada dering. Saya men set nada dering dengan melodi MP3, saat dijadikan ringtone, pancaran suara kadang sering menjadi sember dan tak menunjukkan kesan stereo. Tapi anehnya ketika didengarkan lewat fitur music player, pancaran suara cukup jernih. Sebagai catatan, saya menggunakan pilihan melodi MP3 yang sama. Apa yang kira2 terjadi dengan ponsel saya? Masalah ini kemungkinan besar disebabkan oleh masalah software. Ketika sebuah produk diluncurkan, masih terdapat beberapa kekurangan ataupun kelemahan baik dari sisi software maupun hardware. Namun sang Vendor tidak akan tinggal diam, mereka akan meng”update” terus produk tersebut dengan meluncurkan firmware-firmware terbaru, yang tentu akan menyempurnakan kinerja dari si ponsel. Jadi, sebagai pengguna ponsel, kita pun tidak boleh “ketinggalan jaman”, dengan selalu mengikuti perkembangan “firmware” ponsel yang kita gunakan. Untuk mengecek versi software ponsel kita, ada beberapa kode yang harus ditekan : Siemens Software version: put off sim card and enter: : * # 0 6 # and press LONG KEY Samsung Software version: * # 9 9 9 9 # albo * # 0 8 3 7 # Nokia 3110 IMEI number: * # 0 6 # Software version: * # 0 0 0 0 # or * # 9 9 9 9 # or * # 3 1 1 0 # Maxon *#9900# Software Version Hagenuk (Duet) Software version check: # # 9 1 4 0 * 8 3 # 7 5 * 2 # Ericsson A1018S/T10S/T18S/T28S IMEI number: * # 0 6 # Software version: > * < < * < * Dancall IMEI number: * # 0 6 # Software version: * # 9 9 9 9 # NEC Version * # 2820 # Proses Upgrade firmware dapat anda lakukan di Authorized service center, atau bisa juga di service center yang memiliki alat untuk melakukan upgrade firmware, yang lebih dikenal sdengan alat “flasher”. 3. jika suatu waktu ponsel terkena gejala awal serangan virus, baik lewat jalur WiFi atau bluetooth, bagaimana langkah penanganan pertama kali agar virus tidak semakin merusak? Dimana pada ponsel tak dilengkapi software anti virus, apakah mematikan ponsel, lalu mencabut baterai, sim card dan memori card merupakan salah satu solusi yang tepat? Konon terhentinya aliran power dalam waktu lama bisa mematikan virus. Apakah benar? Bila ponsel kita diserang virus, dan kebetulan sekali (dibaca “sial sekali”) ponsel kita belum dilengkapi oleh anti virus, langkah pertama yang harus kita kerjakan adalah matikan ponsel, keluarkan MMC bila ada. Nyalakan ponsel kembali, apakah si virus masih “hidup”? Bila masalah sudah selesai, lakukan scan MMC dengan menggunakan antivirus yang ada di computer(bila memungkinkan), bisa juga dengan menggunakan ponsel lain yang memiliki antivirus. Jika virus tetap tidak terdeteksi, mungkin karena antivirus masih belum ada, terpaksa lakukan format ulang MMC melalui computer dengan menggunakan MMC card reader. Kalau ketika dinyakalakan tanpa MMC, ponsel masih bermasalah, Si ponsel sendiri harus di format dengan menggunakan kode kode khusus, Artinya data yang ada di ponsel harus dihapus juga. Cara format bisa dilakukan sendri. Untuk seri Nokia tekan *#7370#., atau dengan “format tiga jari”, yaitu dengan menekan tombol *, yes, dan 3 secara bersamaan, lalu tekan tombol On/off. Bila cara di atas masih belum bisa menyelesaikan masalah, ponsel harus segera deprogram ulang, atau di flash ulang. Dengan resiko semua data anda akan terhapus semua. Jadi jangan biarkan ponsel anda terserang virus. Sedia payung sebelum hujan, pasanglah antivirus sebelum terserang. 4. untuk menikmati fasilitas FM radio, setiap ponsel harus terkoneksi dengan headset. Saya ingin tanya, sebenarnya letak antena penerima berada di sisi headset atau di body ponsel? Apakah jika mengganti headset dengan yang non original atau headset biasa, fasilitas FM radio tetap bisa aktif? Terima kasih untuk V3.. Sukses Selalu… Untuk menjawab pertanyaan di atas, mari kita lihat rangkaian IC radio pada ponsel 6030 kemana antenna tersambung dari IC di atas? Lihat skema di atas, antenna terhubung ke jalur Xearn yaitu jalur speaker handsfree. Antena terdapat di handsfree, tepatnya di jalur speaker. Bukan di body ponsel. Kalau kita mengganti headset dengan yang bukan original, antenna tetap berfungsi, tapi mungkin ada penurunan kualitas suara, mengingat kualitas dari handsfree original, yang dalam hal ini difungsikan sebagai antenna, dengan bukan original tentu berbeda.

Penulis : Ridwan Efendi, ST Tayung Tjoeng, ST V-TIGA

Sumber : Klinikponsel

Komentar»

1. Syamsuri - Maret 22, 2009

mengecek software ponsel SE K500i


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: